Tujuh Dosen STAI Al-Fattah Pacitan Raih Sertifikat Pendidik Tahun 2025, Perkuat Profesionalisme Dosen

Pacitan – Sebanyak tujuh dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fattah (STAIFA) Pacitan berhasil menerima sertifikat pendidik sebagai dosen profesional tahun 2025. Tujuh dosen tersebut terdiri atas empat dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan tiga dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES/Mu’amalah).

Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung dalam kegiatan Pembinaan, Penandatanganan Pakta Integritas Dosen Sertifikasi Tahun 2025 dan Pelatihan Pelaporan BKD Berbasis SISTER PTKIS Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Tahap 1, yang diselenggarakan pada Senin–Selasa, 17–18 Agustus 2026, bertempat di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi STAI Al-Fattah Pacitan sekaligus wujud peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi. Sertifikat pendidik merupakan pengakuan profesional atas kompetensi dosen dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan bertambahnya tujuh dosen bersertifikat pendidik, jumlah dosen profesional di STAI Al-Fattah Pacitan kini semakin meningkat. Program Studi PIAUD memiliki lima dosen profesional, sedangkan Program Studi HES memiliki empat dosen profesional. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat sembilan dosen profesional dari kedua program studi tersebut.

Capaian ini diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan mutu pembelajaran, penguatan budaya akademik, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, profesionalisme dosen diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta kebutuhan masyarakat.

STAI Al-Fattah Pacitan terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi serta penguatan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *