Dosen Prodi PIAUD STAI Al-Fattah Pacitan Gelar Rangkaian PkM: Pelatihan Parenting Islami, Desa Ramah Anak, dan Literasi Digital di Desa Candi

Pacitan, 26 Agustus 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI Al-Fattah Pacitan melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Pertiwi 2, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20, 22, dan 26 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema penguatan kapasitas orang tua, masyarakat, dan guru dalam mendukung tumbuh kembang serta pendidikan anak usia dini.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk kontribusi dosen Prodi PIAUD STAI Al-Fattah Pacitan dalam mengimplementasikan keilmuan pendidikan anak usia dini di tengah masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi orang tua, guru, serta masyarakat yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang aman, ramah, dan mendukung perkembangan anak.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan tema “Penguatan Kapasitas Orang Tua melalui Pelatihan Parenting dan Pengasuhan Anak Berbasis Nilai-Nilai Islami”. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan oleh Ariska Yuliana Putri, M.Pd. dan Hanit Nugraini Kumalasari, M.Pd. Melalui pelatihan parenting tersebut, orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Pengasuhan anak juga diarahkan agar tidak hanya memperhatikan aspek perkembangan fisik dan sosial-emosional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami sejak usia dini.

Kegiatan kedua dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dr. Heri Cahyono Putro, M.Pd. dan Wiwid Pheni Dwiantari, M.Pd. Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam membangun lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung pemenuhan hak perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk memiliki kepedulian bersama terhadap terciptanya lingkungan desa yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Rangkaian PkM kemudian dilanjutkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, melalui kegiatan “Pelatihan Literasi Digital bagi Orang Tua dan Guru dalam Mengoptimalkan Gadget sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dodik Prasetyo, M.Pd., Wahyu Eka Supratiwi, S.T., M.M., dan Afidatul Muniroh, S.Pd.I., M.Pd. Pelatihan ini membahas pemanfaatan teknologi digital secara lebih bijak dan edukatif dalam mendampingi anak usia dini. Orang tua dan guru diberikan wawasan mengenai bagaimana gadget dapat diarahkan sebagai media pembelajaran interaktif, sekaligus pentingnya pendampingan dan pengawasan dalam penggunaan perangkat digital oleh anak.

Ketiga kegiatan tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan bidang keilmuan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Parenting berbasis nilai Islami, penciptaan lingkungan yang ramah dan peduli terhadap anak, serta literasi digital merupakan aspek yang saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Rangkaian kegiatan PkM di TK Pertiwi 2 Desa Candi ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi orang tua, guru, dan masyarakat. Orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola pengasuhan yang tepat dan bernilai Islami, guru semakin mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, sementara masyarakat memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan peduli anak.

Melalui kegiatan tersebut, STAI Al-Fattah Pacitan, khususnya Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. Kegiatan PkM ini sekaligus menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *